Selasa, 10 Juli 2012

MAKALAH ASKEB III “ANTICIPATORY GUIDANCE PERSIAPAN PULANG PADA IBU NIFAS ”


MAKALAH ASKEB III
ANTICIPATORY GUIDANCE PERSIAPAN PULANG PADA IBU NIFAS
                                                PEMBIMBING:
Eva Silviana R, SST.
DI SUSUN OLEH:
KELOMPOK 7
1.  Ani Rohmawati                    10.08.1.149.05
2.  Istna Lailatul Mahmudah      10.08.1.149.0562
3.  Umi Chabibatuz Zahro’        09.07.01.482

                                        KELAS 2-B
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN  NAHDLATUL ULAMA TUBAN
PRODI D-III KEBIDANAN
Jl. Diponegoro No. 17 Tuban Telp. (0356) 321287
Tahun Ajaran 2010/2011

KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr, Wb.
Alhamdulillah kami panjatkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya dan kami tidak lupa mengucapkan sholawat dan salam kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW. Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Dengan terselesaikannya makalah ini kami kami mengucapkan terima kasih kepada:
1.      Bapak Miftahul Munir, SKM,M.Kes selaku direktur STIKES NU Tuban.
2.      Ibu Eva Silviana R, SST. selaku Dosen pembimbing mata kuliah ASKEB III.
3.      Serta teman-Teman yang sudah membantu dalam pembuatan makalah ini.
Dalam pembuatan makalah ini yang berjudul”Ancipatory Guidance Persiapan Pasien Pulang pada Ibu Nifas” kami menyadari dengan sepenuhnya adanya kekurangan apapun kesalahan dari segi isi maupun penulisannya. Oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun dari para pembaca sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Harapan kami makalah yang telah disusun ini agar dapat bermanfaat bagi para pembaca.
Wassalamualaikum Wr, Wb.
                                                                                     Tuban, 15 Nopember 2011


                                                                                                Penyusun


DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................................ i
KATA PENGANTAR.............................................................................................. ii
DAFTAR ISI............................................................................................................. iii
BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.............................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah......................................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan........................................................................................... 1
1.4 Manfaat Penulisan......................................................................................... 2
BAB II : PEMBAHASAN
2.1Pengertian Antisipatory Guidance................................................................. 3
2.2 Nasehat yang diberikan pada Pasien Nifas Pulang....................................... 3
2.3 Perkembangan Anak Berdasarkan Usianya.................................................. 7
2.4 Anticipatory Guidance terhadap Tumbang Anak......................................... 9
BAB III : PENUTUP
3.1 Cara MerangsangPerkembangan Anak/ Bimbingan Orang Tua.................... 13
BAB IV : PENUTUP
4.1 Kesimpulan................................................................................................... 15
4.2 Saran............................................................................................................. 15
DAFTAR PUSTAKA.............................................................. ..............................   16





BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Sebelum pasien pulang dari rumah sakit bersama dengan bayinya, bidan bertanggung jawab meluangkan waktu untuk berbicara individual dengan ibu. Ibu harus mempercayai dan mempunyai kepercayaan diri bahwa ia mampu mengenai bayinya dan semua khawatir akan dirinya sendiri maupun bayinya harus dibicarakan. Setelah ibu sampai rumah nanti, ia akan mendapatkan nasihat dari berbagai sumber dan hal ini bisa menghilangkan kepercayaan dirinya. Sebagian besar rumah sakit mencetak dan membagikan petunjuk tertulis ( leaflet, brosur, booklet) untuk menegaskan segala nasihat yang sudah diberikan.
Dalam proses tahapan perkembangan anak sangat di perlukan peran orang tua untuk mengetahui tahap-tahap perkembangan anaknya. Hal ini berarti bahwa untuk memenuhi pemenuhan kebutuhan anak sangat perlu di mengerti oleh orang tua baik kebutuhan fisik maupun psikis dan orang tua harus memberikan anaknya asuh, asah, asih. Kebutuhan emosi, kasih sayang orang tua, peduli perlindungan orang tua, ciptakan kasih sayang.
Proses tahapan perkembangan anak (Anticipatory Guidance dalam hal ini orang tua harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan anak dalam setiap pertumbuhannya sejak masih bayi sampai ia dewasa.
1.2  Rumusan Masalah
Ø  Bagaimana peran orang tua dalam mengetahui tahapan perkembangan dan bimbingan orang tua dalam mengetahui tahapan anak dari masa bayi hingga puberitas (Anticipatory Guidance)?
1.3  Tujuan Penulisan
1.3.1 . Tujuan umum
Ø Mampu memahami/mengetahui upaya bimbingan kepada orang tua tentang tahapan-tahapan perkembangan anak sesuai dengan usianya.
Ø Mampu memahami/mengetahui upaya bimbingan kepada orang tua tentang kebutuhan anak sesuai dengan usianya.
Ø Mampu memahami/mengetahui upaya bimbingan kepada orang tua tentang memahami prosses perubahan pada anak sesuai dengan usianya.
1.3.2 Tujuan Kusus
Ø Dapat memberikan informasi bagaimana menjadi orang tua dan bagaimana cara merawat bayinya
Ø Bisa melaksanakan perawatan pada diri sendiri dan bayinya sesuai dengan perkembangan usia bayinya
Ø Mampu menerapkan asuhan upaya bimbingan orang tua terhadap perkembangan kebutuhan.
Ø Mampu menjelaskan beberapa perkembangan dan kebutuhan yang terjadi pada anak.
1.4 Manfaat
1.      Bagi Penulis
Manfaatnya kami dapat menerapkan asuhan, memahami perkembagan anak atau upaya bimbingan kepada orang tua tentang tahapan perkembangan anak sampai remaja dan mengetahui cara mengasuh memeberikan bimbingan, memenuhi kebutuhan anak dengan benar dan baik dari mulai usia bayi sampai dewasa.
2.      Bagi Istitusi/ Pendidikan
Manfaatnya bagi pendidikan sebagai karya ilmiah dan dapat dijadikan sebagai kualitas suatu pendidikan atau mengukur mutu pendidikan.
3.      Bagi Pembaca/Masyarakat
Manfaatnya bagi pembaca/masyarakat mampu menerapkan asuhan Anticipatory Guidance secara mandiri tanpa bimbingan petugas.



BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Anticipatory Guidance adalah memberitahukan atau upaya bimbingan kepada orang tua tentang menjaga serta meningkatkan kesehatan ibu nifas yang adekuat, dan mengenal tahapan perkembangan anak sehingga orang tua sadar akan apa yang terjadi dan dapat memenuhi kebutuhan asuhan usia anak.
Bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu/ anak dari seorang yang ahli/ orang tua.
Orang tua adalah komponen keluarga yang terdiri dari ayah dan ibu merupakan hasil dari sebuah ikatan perkawainan yang sah yang dapat membentuk sebuah keluarga.
Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan (skil) dalam struktur dan fungsi tubuh kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan sebagai proses pematangan.
Anak adalah pribadi yang masih bersih dan peka terhadap rangsangan-rangsangan yang berasal dari lingkungan.
2.2 Nasehat yang diberikan pada Pasien Nifas Pulang untuk Meningkatkan Kesehatan
2.2.1   Gizi Ibu Nifas
Masalah diet perlu mendapat perhatian pada kala nifas untuk dapat meningkatkan kesehatan dan memberikan ASI. Penjabaran empat sehat dan lima sempurna perlu diperhatikan dan dapat diterjemah untuk masyarakat.
Ibu nifas khususnya menyusui harus mengkonsumsi makanan tambahan 500 kalori setiap hari, makanan diet seimbang untuk mendapatkan protein, mineral, dan vitamin yang cukup. Minum sedikitnya 3 liter perhari, minum pil zat besi sampai 40 hari pasca salin, dan minum kapsul vit. A ( 200.000 Unit) agar bisa memberikan vitamin A pada bayi.

2.2.2   Keluarga Berencana
Jelaskan pada ibu nifas mengenai pemilihan KB yang sesuai, waktu yang tepat untuk memulai menggunakan KB dan apa saja dampak dari penggunaan KB.
a.    Idealnya pasangan harus menunggu sekurang – kurangnya 2 tahun sebelum ibu hamil kembali. Setiap pasangan harus menentukan sendiri kapan dan bagaimana mereka merencanakan tentang keluarganya. Namun, petugas kesehatan dapat membantu merencanakan keluarganya dengan menjalankan kepada mereka tentang cara mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.
b.    Biasanya wanita akan menghasikan telur (ovulasi) sebelum ia mendapat lagi haidnya setelah persalinan. Tidak ada cara mengetahui kapan ovulasi ini akan terjadi. Oleh karena itu, penggunaan metode KB dapat dimulai 2 minggu setelah melahirkan.
c.    Meskipun beberapa metode KB mengandung resiko, menggunakan kontrasepsi tetap lebih aman daripada kehamilan dan kelahiran, terutama apabila hamil lagi padahal baru melahirkan.
d.   Sebelum meggunakan metode KB, hal – hal berikut sebaiknya dijelaskan dahulu pada ibu:
·      Bagaimana metode ini dapat mencegah kehamilan danefektivitasnya
·      Kelebihan atau keuntungannya
·      Kekurangannya
·      Efek Samping
·      Bagaimana menggunakan metode ini
·      Kapan metode ini dapat dimulai
·      Kapan metode itu dapat digunakan untuk wanita pascasalin yang menyusui
e.    Jika seseorang ibu atau pasangan telah memiliki metode KB tertentu, baiknya untuk bertemu dengannya lagi dalam 2 minggu untuk mengetahui apakah ada yang ingin ditanyakan oleh ibu atau pasangan itu dan untuk melihat apakah metode tersebut bekerja dengan baik.

2.2.3   Tanda – Tanda Bahaya Nifas
Beritahukanlah ibu jika melihat sesuatu yang baik atau jika mengetahui adanya masalah berikut, maka ia perlu segera menemui bidan.
Adapun Tanda-tanda Bahaya Nifas, meliputi:
a.    Perdarahan vagina yang luar biasa atau tiba-tiba bertambah banyak (lebih dari perdarahan haid biasa atau bisa memerlukan pembalut 2 kali dalam setengah jam
b.    Pengeluaran cairan vagina yang baunya menusuk
c.    Rasa sakit dibagian bawah abdomen atau punggung
d.   Sakit kepala yang terus – menerus, nyeri ulu hati, atau masalah pengelihatan
e.    Pembengkakan diwajah atau ditangan
f.     Demam, muntah, rasa sakit waktu buang air kemih atau jika terasa sakit
g.    Payudara yang berubah menjadi merah, panas, atau terasa sakit
h.    Kehilangan nafsu makan dalam waktu yang lama
i.      Rasa sakit, merah,lunak atau pembengkakan dikaki
j.      Merasa sangat sedih atau tidak mampu mengasuh sendirinya atau diri sendiri
k.    Merasa cepat letih sehingga nafas mudah terengah-engah

2.2.4   Hubungan Seksual
Penting bagi bidan untuk menjelaskan kapan bisa melakukan hubungan seksual yang baik bagi ibu masa nifas.
a.    Secara fisik aman untuk memulai hubungan suami istri begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukan satu atau jarinya kedalam vagina tanpa rasa sakit atau nyeri. Begitu darah merah berhenti dan ia merasakan ketidak nyamanan, aman untuk melakukan hubungan suami istri kapan saja ibu siap.
b.    Banyak budaya, yang mempunyai tradisi menunda hubungan suami istri sampai masa waktu tertentu, misalnya setelah 40 hari atau 6 minggu setelah persalinan. Keputusan tergantung pada pasangan yang bersangkutan.

2.2.5   Senam Nifas
Pasca persalinan penting bagi ibu nifas untuk mengembalikan kepercayaan dirinya kembali dengan memulihkan bentuk tubuh seperti sebelum sebelumnya.
Pentingnya mengembalikan otot – otot perut dan panggul kembali normal. Ibu akan merasakan lebih kuat dan ini menyebabkan otot perutnya menjadi kuat, seperti:
·      Dengan tidur terlentang dengan lengan disamping
·      Untuk memperkuat tonus otot vagina
·      Berdiri dengan tungkai dirapatkan. Kencangkan otot pantat dan panggul dan tahan sampai 5 hitungan.

2.2.6   Perawatan Perineum
Pada masa nifas ibu akan sangat rentan terhadap infeksi, karena kebersihan sangat penting dalam masa nifas ini untuk mencegah infeksi terutama jalan lahir. Untuk itu perlu ditekankan pada ibutentang pentingnya perawatan perineum pada masa nifas yaitu: tentang cara membersihkan alat kelamin selama masa nifas.

2.2.7   Ambulasi Atau Morbilisasi
Gerakan badan sesudah melahirkan amatlah penting karena dapat menyehatkan kembali otot– otot khususnya otot dasar panggul, melancarkan sirkulasi darah dan membantu mengembalikan postur tubuh yang baik.
2.2.8        . Hygiene/ Kebesihan Diri
a. Anjurkan kebersihan seluruh tubuh
b. Mengajarkan ibu bagaimana membersihkan daerah kelamin dengan sabun dan air
c. Sarankan ibu nutuk mengganti pembalut atau kain pembalut setidaknya 2 kali sehari
d. Sarankan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah membersihkan daerah kelamin.
e. Jika ibu mempunyai luka episisotomi atau laserasi, sarankan pada ibu menghindari atau menyentuh daerah luka

2.2.9    Istirahat
a.    Anjurkan pada ibu beristirahat cukup untuk mencegah kelelahan yang berlebihan,
b.    Sarankan ia untuk kembali melakukan kegiatan rumah tangga biasa perlahan – lahan serta untuk tidur siang atau beristirahat selagi bayi tidur
2.2.10         ASI dan puting susu
Pemberian ASI jangan pilih kasih, karena keenakan memberikan ASI pada satu sisi. Kedua payudara harus dikosongkan saat memberikan ASI, sehingga kelancaran pembentukan ASI berjalan dengan baik. Stagnasi ASI dapat menimbulkan bahaya infeksi sampai abses, yang memerlukan tindakan tertentu. Puting susu perlu diperhatikan dan dibersihkan sebelum memberikan ASI. Luka lecet pada puting susu dihindari sehingga mengurangi bahaya infeksi.

2.3 Perkembangan Anak Berdasarkan Usianya
1.      Masa Bayi (0-12 Bulan)
a.    Usia 0-3 bulan:
·      Pada usia 1-2 bulan bayi bisa menatap ke ibu
·      Mengeluarkan suara o….o….o dan tersenyum
·      Mengerakan tangan dan kaki
·      Pada usia 2-3 bulan bayi bisa mengangkat tegak ketika tengkurap.
·      Mengerakan kepala kekiri dan kekanan
·      Membalas tersenyum ketika diajak bicara/ tersenyum dan tertawa
·      Mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh
b.    Usia 4-6 Bulan
·      Pada umur 4-6 bulan bayi bisa berbalik dari telungkup ke telentang
·      Mempertahankan posisi kepala tetap tegak
·      Meraih benda yang ada didekatnya
·      Menirukan bunyi dan mengenggam mainan
·      Tersenyum ketika melihat mainan gambar yang menarik.
c.    Usia 7-9 Bulan
·      Pada umur 7-9 bulan bayi bisa merambat.
·      Mengucapkan ma….ma…. da….da…meraih benda sebesar kacang dan bermain tepuk tangan
·      Mencari mainan/benda yang dijatuhkan
·      Makan kue/biskuit sendiri dan bermain ci-luk-ba.
d.   Usia 10-12 Bulan
·      Pada umur 10-12 bulan bayi bisa berdiri dan berpegangan
·      Memegang benda kecil dan meniru kata sederhana seperti ma..ma.. pa..pa..
·      Mengenal anggota keluarga dan takut pada orang yang belum dikenal.
·      Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis/merengek
2.      Masa Anak (1-5 Rahun)
a.    Usia 1-2 Tahun
·      Pada umur 1-2 tahun anak bisa naik tangga dan berlari-lari
·      Mecoret-coret pencil pada kertas
·      Dapat menunjuk 1 atau lebih bagian tubuhnya
·      Menyebut 3-6 kata yang mempunyai arti seperti bola, piring dan sebagainya
·      Memegang cangkir sendiri dan belajar makan minum sendiri
b.    Usia 2-3 Tahun
·      Pada umur 2-3 tahun anak bisa mengayuh sepeda roda tiga
·      Berdiri diatas satu kaki tanpa berpegangan
·      Bicara dengan baik menggunakan 2 kata dan mengenal 2-4 warna
·      Menyebut nama , umur dan tempat
·      Menggambar garis lurus dan bermain dengan teman
·      Melepas pakaian sendiri dn memakai sepatu sendiri.
c.    Usia 4-5 Tahun
·      Pada umur 4-5 tahun anak bisa melompat-lompat 1 kaki, mengerti dan berjalan lurus
·      Menggambar orang 3 bagian (kepala, badan, tangan/kaki)
·      Menggambar tanda silang dan lingkaran
·      Menangkap bola kecil dengan kedua tangan
·      Menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar
·      Menghitung jari, menyebut angka dan bicara mudah di mengeri
·      Berpakaian sendiri tanpa dibantu dan mengancing baju
·      Menggosok gigi tanpa bantuan
3.      Usia Sekolah (6-13 Tahun) Masa Sekolah
a.    Ciri masa sekolah
·      Usia sekolah dasar karena pada umumnya duduk disekolah dasar
·      Usia cerdas anak mengira dirinya mengetahui segala sesuatu
·      Usia kelompok anak sering membuat suatu kelompok atau geng
b.    Perkembangan psikologi
·      Keterampilan dasar untuk membaca, menulis dan menghitung.
2.4 Bimbingan pada Orang Tua Berdasarkan Tahap Tumbang Anak                (ANTICIPATORY GUIDANCE terhadap Tumbang Anak)
1. Tahun Pertama
Ø  Enam Bulan Pertama
a.    Memahami akan adanya proses penyesuaian orang tua dengan bayinya.
b.    Mengajarkan perawatan infant dan membantu orang tua untuk memahami sebagai individu yang mempunyai kebutuhan dan bagaimana bayi mengekspresikan apa yang diinginkannya melalui menangis.
c.    Menentramkan orang tua bahwa bayinya tidak akan menjadi manja dengan adanya perhatian yang penuh selama 4-6 bulan pertama.
d.   Menganjurkan orang tua untuk memahami jadwal dalam memenuhi kebutuhan bayi.
e.    Membantu orang tua untuk memahami kebutuhan bayi terhadap stimulasi lingkungan.
f.     Menyokong kesenangan orang tua dalam melihat pertumbuhan dan perkembangan bayinya.
g.    Menyiapkan orang tua akan kebutuhan bayinya tentang rasa aman.
h.    Menyiapkan orang tua untuk memulai memberikan makanan padat.
Ø  Enam Bulan Kedua
a.    Menyiapkan orang tua akan adanya ketakutan bayinya terhadap orang yang tidak dikenal
b.    Menganjurkan orang tua untuk menghindarkan perpisahan yang lama dengan bayinya
c.    Membimbing orang tua untuk disiplin karena makin meningkatnya mobilitas bayi
d.   Menganjurkan kontak mata daripada hukuman badan sebagai suatu disiplin
e.    Menganjurkan orang tua untuk lebih banyak perhatian bila bayinya berkelakuan baik daripada ketika menangis
f.     Mengajurkan orang tua untuk meninggalkan bayinya dengan pengganti ibu yang sesuai
g.    Mendiskusikan persiapan penyapihan
h.    Menggali perasaan orang tua tentang pola tidur bayi.
2. USIA TOODLER
Ø Usia 12-18 bulan
a.    Menyiapkan orang tua untuk antisipasi adanya perubahan tingkah laku dari toodler terutama negativisme
b.    Mengkaji kebiasaan makan dan secara bertahap penyapihan dari botol serta peningkatan asupan makanan padat
c.    Menyediakan makanan selingan antara 2 waktu makan dengan rasa yang disukai
d.   Mengkaji pola tidur malam, kebiasaan memakai botol yang merupakan penyebab utama gigi berlubang
e.    Mencegah bahaya yang dapat terjadi di rumah
f.     Perlu ketentuan-ketentuan/ disiplin dengan lembut untuk meminimalkan negativisme, tempertantrum serta penekanan akan kebutuhan yang positif dan disiplin yang sesuai
g.    Perlunya mainan yang dapat meningkatkan berbagai aspek perkembangan anak
Ø Usia 18-24 bulan
a.    Menekankan pentingnya persahabatan dalam bermain
b.    Menggali kebutuhan untuk menyiapkan kehadiran adik baru
c.    Menekankan kebutuhan akan pengawasan terhadap kesehatan gigi dan kebiasaan-kebiasaan pencetus gigi berlubang
d.   Mendiskusikan metode disiplin yang ada
e.    Mendiskusikan kesiapan psikis dan fisik anak untuk toilet training
f.     Mendiskusikan berkembangnya rasa takut anak
g.    Menyiapkan orang tua akan adanya tanda regresi pada waktu mengalami stress
h.    Mengkaji kemampuan anak untuk berpisah dengan orang tua
i.      Memberi kesempatan orang tua untuk mengekspresikan kelelahan, frustasi dan kejengkelan dalam merawat anak usia toodler
Ø Usia 24-36 bulan                         
a.    Mendiskusikan pentingnya meniru dan kebutuhan anak untuk dilibatkan dalam kegiatan.
b.    Mendiskusikan pendekatan yang dilakukan dalm toilet training
c.    Menekankan keunikan dari proses berfikir toodler terutama untuk bahasa yang diungkapkan
d.   Menekankan disiplin harus tetap terstruktur dengan benar dan nyata, hindari kebingungan dan salah pengertian
e.    Mendiskusikan adanya taman kanak-kanak atau play group
3. PRA SEKOLAH
Ø Usia 3 tahun
a.    Menganjurkan orang tua untuk meningkatkan minat anak dalam hubungan yang luas
b.    Menekankan pentingnya batas-batas / peraturan-peraturan
c.    Mengantisipasi perubahan perilaku agresif
d.   Menganjurkan orang tua menawarkan anaknya alternatif-alternatif pilihan pada saat anak bimbang
e.    Perlunya perhatian ekstra
Ø Usia 4 tahun
a.    Perilaku lebih agresif termasuk aktivitas motorik dan bahasa
b.    Menyiapkan meningkatnya rasa ingin tahu tentang seksual
c.    Menekankan pentingnya batas-batas yang realistis
Ø Usia 5 tahun
a.    Menyiapkan anak memasuki lingkungan sekolah
b.    Meyakinkan bahwa usia tersebut adalah periode tenang pada anak
4. USIA SEKOLAH
Ø Usia 6 tahun
a.    Bantu orang tua memahami kebutuhan mendorong anak berinteraksi dengan teman
b.    Ajarkan pencegahan kecelakaan dan keamanan terutama naik sepeda
c.    Siapkan orang tua akan peningkatan interst anak ke luar rumah
d.   Dorong orang tua untuk respek terhadap kebutuhan anak akan privacy dan menyiapkan kamar tidur yang berbeda
Ø Usia 7-10 tahun
a.    Menekankan untuk mendorong kebutuhan akan kemandirian
b.    Tertarik beraktifitas diluar rumah
c.    Siapkan orang tua untuk perubahan pada wanita pubertas
Ø Usia 11-12 tahun
a.    Bantu orang tua untuk menyiapkan anak tentang perubahan tubuh pubertas
b.    Anak wanita pertumbuhan cepat
c.    Sex education yang adekuat dan informasi yang adekuat.


BAB III
CARA MERANGSANG PERKEMBANGAN ANAK/ BIMBINGAN ORANG TUA
3.1    Berdasarkan Usia Anak
1.      Umur 0-4 Bulan
·      Sering memeluk dan menimang bayi dengan penuh kasih sayang
·      Gantung benda berwarna cerah yang bergerak dan bisa di lihat bayi
·      Ajak bayi tersenyum dan bicara
·      Perdenganrkan ayat Al-Qur’an dan musik pada bayi
2.      Umur 4-6 Bulan
·      Sering tengkurapkan bayi
·      Gerakan benda kekiri dan kekanan di depan matanya
·      Perdengarkan berbagai bunyi-bunyian
·      Beri mainan benda yang besar dan berwarna
3.      Umur 6-12 Bulan
·      Ajari bayi duduk dan ajak main ci-luk-ba
·      Ajari memegang dan makan biskuit
·      Ajari memegang benda kecil dengan dua jari
·      Ajari berdiri dan berjalan dengan berpegangan
·      Ajari bicara sesering mungkin
·      Latih mengucapkan ma…ma…pa…pa..
·      Beri mainan yang aman di pukul
4.      Umur 1-2 Tahun
·      Ajari berjalan diundakan/tangga
·      Ajak membersihkan mainan dan ajari mencoret-coret di kertas
·      Ajari bernyanyi dan ajak bermain
·      Berikan pujian kalau ia berhasil melakukan sesuatu
5.      Umur 2-3 Tahun
·      Ajari berpakaian sendiri dan bacakan cerita anak
·      Ajari makan dipiringnya sendiri dan ajari cuci tangan
·      Ajak melihat buku bergambar
·      Ajari buang air besar dan kecil di tempatnya
6.      Umur 3-5 Tahun
·      Minta anak menceritakan aoa yang ia lakukan
·      Dengar ia ketika berbicara
·      Jika gagap, ajari bicara pelan-pelan
·      Awasi dia mencoba hal baru.



BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Jadi Anticipatory Guidance merupakan pemberitahuan atau upaya bimbingan orang tua tentang menjaga serta meningkatkan kesehatan ibu nifas yang adekuat, dan mengenal tahapan perkembangan anak sehingga orang tua sadar yang terjadi dan memenuhi kebutuhan sesuai usia anak.
Bantuan nasehat yang diberikan kepada ibu nifas bisa membantu dalam mengembalikan kepercayan diri ibu nifas terutama untuk kesehatannya. Perkembangan anak bimbingan orang tua sangat diperlukan di setiap tahapan-tahapan perkembangan anak dan menjadikan bertambah kemampuannya (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih komplek dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan. Sebagai hasil dari proses pematangan.
4.2  Saran
1.    Bagi Penulis
Kami sebagai penyusun menyadari penulisan tugas kelompok ini masih jauh dari sempurna maka kritik dan saran yang sifatnya membangun dari pihak pembaca dan dari pihak manapun sangat kami harapkan.
2.    Bagi Institusi/Pendidikan
Kami harap kepada institusi pendidikan untuk memyiapkan buku di perpustakaan. Komputer dan melengkapi buku yang belum ada.
3.    Pembaca/Masyarakat
Setelah membaca tugas kelompok ini kami harapkan kepada pembaca/ masyarakat mampu menerapkan asuhan secara mandiri tanpa bimbingan orang lain atau petugas



DAFTAR PUSTAKA
·         Buku Asuhan Kebidanan (Varney’s Midwifery) Edisi : 4 Vol : 2 Jakarta :EGC, Helen Varney :2003
·         Bobak, L Jensen, 2005. “ Perawatan Maternitas”, Jakarta :EGC Huliana, M, 2003. Perawatan Ibu Melahirkan “ Puspa Swara”.
·         JHPIEGO, 2001 “ Paduan Pengajar Asuhan KebidananFisiologis Bagi Dosen DIII Kebidanan” Dalam AsuahanKebidanan Postpartum. Edisi ke-4 Jakarta : Pusdiknes
·         Pedoman Kesehatan Ibu dan Anak, tahun 2009
·         Sumber : http://dunia.psikologi.dagdikdug.com/2008
·         Sumber : http://psikologi.perkembangan.com/2010
















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar